Skip to main content

Malware, apakah itu?


Secara definitif malware adalah kode jahat, maka ia mencakup worm, trojan, virus, spyware / adware, rootkit, bots, exploit, backdoor, dll.
Kali ini saya akan bahas yang paling umum saja; virus, worm, spyware, trojan

Malware
Malicious Software adalah software yang diciptakan untuk tujuan jahat. Pada dasarnya malware adalah software / program komputer, yang membedakan malware dengan software adalah tujuan dan aksinya yang merugikan komputer korbannya seperti mengubah (menghapus, mencuri atau menyembunyikan) data, mengkonsumsi bandwidth atau sumber daya lain tanpa seizin pemilik komputer atau aksi lain yang merugikan.

Virus
Malware untuk menginfeksi komputer membutuhkan bantuan / intervensi pihak ke tiga (biasanya sih manusia) untuk menjalankan dirinya dan tidak bisa berjalan secara otomatis menginfeksi komputer. Supaya manusia mau menjalankan dirinya, virus memalsukan dirinya sebagai program baik-baik seperti .doc, .jpg atau folder yang jika di klik akan menjalankan virus.
Dalam banyak kasus, supaya makin meyakinkan manusia untuk mengklik dirinya, virus memalsukan diri (icon, ekstensi) sebagai gambar porno, file crack atau hal lain yang akan menarik orang melakukan klik. Teknik ini biasa disebut social engineering.

Worm
Malware yang dapat secara otomatis menginfeksi komputer tanpa bantuan pihak ke tiga. Jadi sekali worm ada di komputer / jaringan, ia akan secara otomatis menyebarkan dirinya ke komputer lain tanpa bantuan atau bahkan tanpa dapat dicegah oleh para pemilik komputer lain dalam jaringan.
Supaya worm dapat menginfeksi komputer secara otomatis ia harus mengeksploitasi celah keamanan (vulnerability) software (bisa Windows, Office, Adobe Acrobat atau software apapun).
Jadi jika vulnerability yang dieksploitasi/dimanfaatkan oleh worm untuk menyebarkan dirinya secara otomatis sudah di patch maka worm tersebut tidak memiliki kemampuan menginfeksi sistem lagi.

Trojan
Sama seperti film Troy, trojan adalah kuda troya yang akan berpura-pura sebagai program berguna baik crack, game atau program lain yang secara diam-diam menginstalkan dirinya pada sistem dan menjalankan kegiatan mata-mata seperti mencuri data, merekam ketukan keyboard dan mengirimkan ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya.

Spyware
Spyware adalah program untuk memata-matai komputer korbannya. Pada awalnya spyware diciptakan untuk memata-matai profil pengguna komputer dan salah satu pemanfaatannya adalah menampilkan adware (software penampil iklan / ad) sesuai dengan profil / minat pengguna komputer dimana setiap kali iklan tampil di komputer korbannya akan memberikan keuntungan finansial langsung bagi pembuat adware ini.
Setelah hal ini diberangus, kemudian beredar rogue antivirus (antivirus palsu) yang merupakan metamorfisis adware yang awalnya mengharapkan keuntungan finansial dari pemasang iklan saat tampil di komputer korbannya, karena banyaknya ad-blocker maka ia berkembang menjadi rogue antivirus yang jika berhasil aktif di komputer korbannya ia akan menakuti korbannya dengan menampilkan pesan palsu seakan-akan komputer korbannya terinfeksi oleh banyak sekali malware berbahaya dan pesan dirancang sedemikian rupa untuk mengganggu dan hanya bisa dibersihkan jika membeli aplikasi antivirus pada link yang disediakan. Formula bisnis..wkwkwkwkk

Comments

Popular posts from this blog

How To Enable DNS over HTTPS

  DNS over HTTPS (DoH) is a protocol for performing remote Domain Name System (DNS) resolution via the HTTPS protocol. A goal of the method is to increase user privacy and security by preventing eavesdropping and manipulation of DNS data by man-in-the-middle attacks by using the HTTPS protocol to encrypt the data between the DoH client and the DoH-based DNS resolver. An alternative to DoH is the DNS over TLS (DoT) protocol, a similar standard for encrypting DNS queries, differing only in the methods used for encryption and delivery. On the basis of privacy and security, whether or not a superior protocol exists among the two is a matter of controversial debate, while others argue the merits of either depend on the specific use case. Benefits DoH improves privacy by hiding domain name lookups from someone lurking on public WiFi, your ISP, or anyone else on your local network. DoH, when enabled, ensures that your ISP cannot collect and sell personal information related to your br...

The Five Eyes - Intelligence Alliance

 The Five Eyes intelligence alliance is a secretive coalition and surveillance arrangement of countries internationally which include the United States National Security Agency (NSA), Canada’s Communications Security Establishment Canada (CSEC), the United Kingdom’s Government Communications Headquarters (GCHQ), New Zealand’s Government Communications Security Bureau (GCSB) and the Australian Signals Directorate (ASD). A series of bilateral agreements were developed in the beginning of 1946 by an alliance of five English-speaking countries over a period of time and became to known as the UKUSA agreement. This agreement established the Five Eyes alliance to share intelligence especially signals intelligence (SIGINT). These five English-speaking countries for almost 70 years have been involved in the global surveillance spying on the communications all over the world and build an infrastructure to master the internet for surveillance.

10 reasons Websites get Hacked

Below you will find list of top 10 web vulnerabilities classified by OWASP, here is also description of the problem and some examples. I will just give you the list in case you missed it before, i will not comment on any of these as there is already hot discussion about this matter on several sites/forums. So here it starts: 1. Cross site scripting (XSS) The problem: The “most prevalent and pernicious” Web application security vulnerability, XSS flaws happen when an application sends user data to a Web browser without first validating or encoding the content. This lets hackers execute malicious scripts in a browser, letting them hijack user sessions, deface Web sites, insert hostile content and conduct phishing and malware attacks. Attacks are usually executed with JavaScript, letting hackers manipulate any aspect of a page. In a worst-case scenario, a hacker could steal information and impersonate a user on a bank’s Web site, according to Snyder. Real-world example: PayPal was targete...